Cara kerja

Begini prosesnya berjalan di TLN

Ta'aruf itu satu hal; aplikasinya hal lain. Halaman ini menjelaskan yang kedua — apa yang benar-benar terjadi di layar, urut, dari menekan "Daftar" sampai undangan walimah dikirimkan. Kalau yang Anda cari adalah penjelasan ta'aruf itu sendiri, mulailah dari sini.

Ilustrasi alur ta'aruf di aplikasi TLN, dari pendaftaran dan verifikasi hingga ruang ta'aruf berpendamping fasilitator
Member terdaftar
49.507
CV terverifikasi tayang
3.103
Ruang ta'aruf dibuka
19.811
Pasangan menikah
242

Dari 242 pasangan yang menikah lewat TLN, 44 di antaranya menuliskan kisahnya sendiri — bisa Anda baca di halaman kisah sukses. Angka pernikahan adalah catatan manual tim admin, karena aplikasi tidak punya cara otomatis untuk tahu bahwa sepasang member akhirnya menikah.

Langkahnya, berurutan

  1. Daftar

    Buat akun dengan email atau nomor WhatsApp. Gratis, tanpa biaya pendaftaran.

    Pendaftaran gratis dan tidak meminta data sensitif apa pun di awal. Yang dibutuhkan hanya email atau nomor WhatsApp dan kata sandi. Belum ada yang bisa melihat Anda pada tahap ini — akun baru belum tampil di mana-mana.

  2. Verifikasi WhatsApp

    Satu member satu nomor. Nomor yang sudah terpakai tidak bisa dipakai akun kedua.

    Anda mengirim satu pesan dari WhatsApp Anda sendiri, dan nomor itu terkunci ke akun Anda. Satu nomor hanya untuk satu member — akun kedua dengan nomor yang sama akan ditolak.

    Ini langkah yang paling sering ditanyakan alasannya. Jawabannya sederhana: nomor WhatsApp adalah hal yang paling mahal untuk dipalsukan berulang kali. Selama ini itulah yang menahan pintu masuk tetap sempit bagi akun iseng.

  3. Isi CV ta'aruf

    Biodata syar'i: latar belakang, ibadah, keluarga, visi rumah tangga, kriteria calon.

    CV ta'aruf di TLN bukan profil kencan. Isinya hal-hal yang memang menentukan kelayakan seorang calon: latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, kebiasaan ibadah, manhaj, kesehatan, kesiapan finansial, visi rumah tangga, dan kriteria yang Anda cari.

    Bisa disimpan sebagai draf dan dilanjutkan kapan saja. Bagian yang paling banyak memakan waktu — visi rumah tangga — akan jauh lebih mudah ditulis kalau Anda sudah mengerjakan tesnya lebih dulu.

  4. CV diperiksa admin

    Admin manusia membaca setiap CV sebelum tayang. Bukan filter otomatis.

    Setiap CV dibaca oleh admin sebelum bisa dilihat member lain. Yang diperiksa: kelengkapan, kejujuran data yang bisa diverifikasi, kesesuaian foto, dan hal-hal yang menandakan akun tidak serius.

    Kalau ada yang kurang, CV dikembalikan dengan catatan supaya bisa diperbaiki, bukan sekadar ditolak. Dari sini angka yang tayang menjadi masuk akal: dari 49.507 akun terdaftar, yang benar-benar tayang sebagai CV terverifikasi ada 3.103.

  5. Telusuri calon

    Lihat CV terverifikasi sesama member, dengan data sensitif yang masih tertutup.

    Anda melihat CV member lain yang sudah lolos pemeriksaan. Data yang paling pribadi belum terbuka di tahap ini — yang tampil cukup untuk menilai kecocokan awal, tidak lebih.

    Aplikasi sengaja tidak menampilkan wajah siapa pun di daftar penelusuran. Yang Anda baca adalah isinya, bukan rupanya.

  6. Ajukan ta'aruf

    Pengajuan memakai poin, supaya setiap ajakan dipikirkan dulu, bukan asal tembak.

    Mengajukan ta'aruf memakai poin. Poin dikumpulkan dari aktivitas yang memang bermanfaat: melihat CV dengan serius, ikut Majelis Jumat, mengerjakan Quiz Ilmu, aktif di komunitas.

    Alasannya bukan monetisasi — TLN nirlaba dan poin tidak diperjualbelikan. Alasannya supaya pengajuan ada harganya. Kalau menembak siapa saja tidak memakan apa pun, yang paling rajin menembak akan mendominasi kotak masuk semua orang, dan yang paling dirugikan adalah akhwat.

  7. Ruang ta'aruf

    Ruang tertutup untuk dua pihak, selalu didampingi fasilitator sebagai pihak ketiga.

    Kalau pengajuan diterima, terbuka satu ruang ta'aruf. Di dalamnya ada tiga pihak, bukan dua: Anda, calon, dan fasilitator yang mendampingi.

    Fasilitator itulah yang membuat ruang ini tidak terhitung khalwat. Ia juga yang menjaga pembicaraan tetap pada tujuannya, membantu menyusun pertanyaan yang perlu ditanyakan, dan menengahi kalau ada yang canggung disampaikan langsung.

    Sepanjang proses, data sensitif dibuka bertahap seiring kemajuan dan atas persetujuan masing-masing — bukan terbuka semua sejak menit pertama.

  8. Nadzar

    Melihat calon secara langsung, didampingi wali. Keputusan diberi waktu maksimal 3 hari.

    Kalau kedua pihak merasa cocok, prosesnya naik ke nadzar: melihat calon secara langsung, didampingi wali. Ini bagian yang tidak bisa digantikan layar mana pun, dan TLN tidak berusaha menggantikannya.

    Setelah nadzar, ada tenggat keputusan maksimal tiga hari. Tenggat ini melindungi kedua pihak — menggantung seseorang berminggu-minggu setelah bertemu langsung bukan kebaikan.

  9. Khitbah & akad

    Lamaran resmi kepada wali, lalu akad nikah. Prosesnya keluar dari aplikasi.

    Dari sini urusannya berpindah ke keluarga: khitbah kepada wali, lalu akad. Aplikasi berhenti di sini, dan memang seharusnya begitu.

    Fasilitator tetap bisa dihubungi kalau ada yang perlu ditanyakan, tapi keputusan dan pelaksanaannya sepenuhnya milik dua keluarga.

  10. Undangan digital & giliran mendampingi

    Pasangan yang menikah lewat TLN mendapat undangan walimah digital gratis, lalu meneruskan kebaikannya.

    Pasangan yang menikah lewat TLN mendapat undangan walimah digital gratis — tinggal diisi dan dibagikan tautannya.

    Lalu ada satu komitmen yang disepakati sejak awal: menyisihkan tiga jam sepekan selama setahun untuk mendampingi member lain, atau berdonasi minimal Rp 500 ribu untuk operasional. Itulah yang membuat TLN bisa gratis untuk orang berikutnya, dan itu pula sebabnya sebagian besar fasilitator hari ini dulunya member biasa.

Berapa lama biasanya?

Tidak ada satu jawaban yang jujur untuk ini. Yang bisa dipastikan hanya bagian yang dipegang platform: pemeriksaan CV berjalan dalam antrean admin, dan setelah nadzar ada tenggat keputusan tiga hari. Sisanya — berapa lama Anda menimbang, kapan wali bisa hadir, berapa kali proses berhenti dan dimulai lagi dengan orang lain — bergantung pada Anda dan pada takdir yang sudah ditetapkan.

Yang normal justru proses yang berhenti di tengah. Ruang ta'aruf yang ditutup tanpa lanjut ke khitbah bukan kegagalan; itu hasil, dan hasil yang cepat diketahui jauh lebih baik daripada berbulan-bulan tanpa kejelasan. Fasilitator ikut membantu menutupnya dengan cara yang baik.

Batas yang dijaga TLN

  • Yang dilihat member lain adalah isi CV, bukan wajah — aplikasi memakai avatar mobil dan bunga, dan itu keputusan yang disengaja.
  • Percakapan antar member hanya berlangsung di ruang ta'aruf yang berpendamping fasilitator.
  • Pembiayaan datang dari donasi anggota, bukan dari iklan maupun data member. TLN nirlaba — begini pembiayaannya.
  • Nomor pribadi tetap milik Anda sendiri; penyebaran kontak di luar alur ditindak sistem.

Sebelum mendaftar

Dua hal yang membuat prosesnya jauh lebih ringan kalau disiapkan lebih dulu. Pertama, kejelasan tentang kesiapan Anda sendiri — ini yang paling sering membuat CV mandek setengah jalan. Kedua, gambaran rumah tangga yang Anda inginkan, karena bagian itulah yang paling menentukan kecocokan dan paling sulit dikarang mendadak.

Keduanya bisa dipetakan lewat tes gratis di situs ini, tanpa perlu membuat akun. Selebihnya, kenali dulu siapa yang akan mendampingi dan bagaimana data Anda dijaga.

Yuk, mulai ikhtiar menuju pernikahan yang berkah

Daftar gratis, lengkapi CV ta'aruf Anda, lalu prosesnya berjalan dengan pendampingan fasilitator. Insya Allah dimudahkan.