Kisah Ta'aruf yang Menginspirasi
Saya dan Abu Fatih memulai perjalanan ta'aruf ini dengan niat yang tulus untuk mencari pasangan hidup yang sesuai dengan syariat Islam. Kami merasa penting untuk melibatkan Allah dalam setiap langkah, sehingga niat kami bukan hanya untuk menikah, tetapi juga untuk beribadah dan mencari ridho-Nya. Kami percaya bahwa setiap proses yang kami jalani akan menjadi bagian dari takdir yang telah ditentukan oleh Allah.
Perkenalan pertama saya dengan Abu Fatih berlangsung dengan sangat menyenangkan. Dalam obrolan kami, saya merasa ada kecocokan antara kami. Ia mampu memberikan jawaban yang sesuai dengan apa yang saya harapkan, sehingga membuat saya mantap untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Kecocokan ini memberikan kepercayaan diri dan harapan bahwa kami dapat menjalani hidup bersama dengan baik.
Proses ta'aruf kami berlangsung selama lebih dari satu tahun. Dari taaruf hingga nazhor, kami membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Kami memulai taaruf pada tanggal 19 Juli 2025, dan melakukan nazhor di pertengahan September. Setelah itu, kami melanjutkan ke khitbah pada tanggal 5 April 2026, dan akhirnya melangsungkan akad nikah pada tanggal 18 September 2026. Proses ini tidak singkat, namun kami yakin bahwa setiap langkah yang kami ambil adalah bagian dari persiapan menuju kehidupan yang lebih baik.
Keluarga kami juga terlibat sejak awal proses taaruf. Kami merasa penting untuk meminta persetujuan dari orangtua sebelum melanjutkan ke tahap nazhor. Ayah saya pun hadir menemani kami saat nazhor berlangsung. Reaksi keluarga terhadap keputusan kami sangat positif; mereka mendukung dan menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada kami. Dukungan keluarga memberikan kami semangat dan keyakinan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Tantangan terberat yang kami hadapi adalah ketika Abu Fatih dirumahkan oleh tempat bekerjanya. Hal ini membuat proses ta'aruf kami terasa lebih panjang dan lambat. Kami harus bersabar dan saling mendukung satu sama lain untuk melewati masa-masa tersebut, dan alhamdulillah, kami berhasil melewati tantangan itu dengan baik.
Setelah melalui berbagai proses, kami akhirnya sampai pada tahap khitbah dan akad nikah. Momen tersebut sangat berkesan dan penuh makna bagi kami. Semua proses yang kami jalani terasa sebanding dengan kebahagiaan yang kami rasakan saat akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri.
Bagi teman-teman yang saat ini sedang menjalani proses ta'aruf, saya ingin menyampaikan pesan: selalu libatkan Allah dalam setiap langkah, ketahui apa yang kita butuhkan dalam mencari pasangan, dan yang terpenting, niatkan pernikahan kita sebagai ibadah. Semoga Allah mempermudah dan memberikan yang terbaik bagi kita semua.
Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.