Kisah Sukses

Masa Penantian

💞 Cerita Member💞

Ditulis oleh : Ukhti Sherlany

Menikah : 10 Juli 2018

Grup : ATLN - 1

Bismillaah.. Assalaamu'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

Gimana kabar antunna? Baik2 saja kaah? Afwaan jiddan yaa akhowaaty, ana disini mau berbagi kisah tentang masa penantian sampai akhirnya Allah Azza wa Jalla menemukan dan mempersatukan ana dengan suami ana ini.

Alhamdulillaah, kami menikah pada hari Selasa tanggal 10 Juli 2018/ 26 Syawwal 1439 H. Hehehe maafkan yang baru sempat sharing nih.

Dimulai dari mana yaaah? Hehe

Alhamdulillaah Allah menuntun hati ana untuk mengenal manhaj salaf awal 2016. Sebenernya udah tau dari tahun 2014 kalo gasalah cuma belum pernah ikut kajian2 gitu. Nah dari sini hati ana nyamaaan banget, sampe beberapa tema kajian tentang rumah tangga. Dan biasa di medsos2 gitu banyak kan yaaa video kajian bahas masalah pernikahan. Hati ana juga kelamaan jadi tergerak. Dimulai dari berpikiran nikah itu ibadah ya, lebih menjaga pandangan, dll.

Lalu biasa sharing sama temen2 tentang nikah, sampai akhirnya temen bilang kalo ada grup WA TLN gitu coba gabung. Ana gabung TLN bulan Mei 2017. Hayooo siapa yang satu angkataaaan?

Ana buat deh biodata ikutin format yang ada dan ana minta share ke adminah dan Pak Bri biodata ana di grup ikhwan. Beberapa hari kemudian, temen ana nawarin biodata ikhwan dan ana rasa cocok. Ana kirim deh biodata ana juga ke ikhwan ini lewat perantara gitu dan kita sama2 cocok. Terus mengajukan beberapa pertanyaan dan akhirnya sepakat ikhwan ini akan nazhor kerumah. Eh besoknya Pak Bri kirim pesan kalo ada ikhwan TLN yang submit data ana. Ana gaenak lagi ta'aruf sama ikhwan yang ini. Jadi ana tolak ikhwan TLN.

Hari nazhorpun tiba, tapi qodarullaah ana kurang sreg sama ikhwannya. Sampe beberapa lama kemudian ana minta share biodata lagi ke Pak Bri. Beberapa hari kemudian ada yang submit lagi. Ana tolak lagi karena dari kriterianya ada yang kurang sreg. Duh apa ana pemilih yaa. Sebenernya sih ada satu ikhwan TLN yang dari biodatanya buat ana tertarik tapi ana deg2an juga mau submit. Hehee jadi gajadi deh.

Ana asalnya mau istirahat dulu gitu istilahnya hehe karena mungkin ada yang salah dari ana, mungkin niatnya menikah itu apa. Awal bulan September, ummahaat di kajian bilang ada ikhwan (yang skrg jadi suami ana ini) hehehe lagi cari akhowaat dan siap nikah. Sebenernya ana masih ragu juga apa mau ngelanjutin ikhtiar ana untuk mendapatkan jodoh atau mau istirahat dulu. Tapi ummahaat ini keliatannya mensupport ana banget. Yaudah kita tukeran biodata lewat perantara yaitu ummahaat. 10 hari kemudian ikhwan datang untuk nazhor. Intinya dia mau lanjut ke tahap selanjutnya. Ana belum bisa jawab disini, karena belum 100%. Ana minta waktu, dan dia mengiyakan dan menunggu apa jawaban dari ana. Disini ana banyak2 berdoa tentu ngobrol sama orangtua ana juga. Lalu 2 minggu kemudian ana dan keluarga undang ikhwan ini lagi kerumah untuk memberi jawaban dan eng ing eng ana juga jawab ana mau lanjut ke tahap selanjutnya. Ikhwan ini berencana datang dengan keluarganya bulan januari 2018 untuk khitbah sekaligus bahas tentang pernikahan yang kita rencanakan bulan Febuari.

Bulan berganti bulan, tibalah bulan Januari. Ummahaat yang menjadi perantara kitapun memberi kabar kurang enak. Katanya ikhwan ini qodarullaah belum bisa kerumah karena ada permasalahan dengan keluarganya. Sampai ikhwannya belum bisa menentukan lagi kapan bisa kerumah untuk khitbah.

3 bulan berlalu. Pertengahan April tiba2 dapat kabar yang tak terduga hihihi ikhwan beri kabar katanya akhir April in syaa Allah kerumah sama keluarga untuk khitbah.

Ketika khitbah duh deg2annya gak kalah sama waktu nazhor hehehe. Ditentukanlah tanggal pernikahan kami dan

alhamdulillaah Allah mudahkan segala sesuatunya. Walaupun sebenernya banyak ya ujian2nya ketika dari kita menunggu sambil ikhtiar, ta'aruf, khitbah, sampai akad. Tapi biarkanlah semua ujiannya untuk kita ambil sebagai pelajaran kedepannya. Lebih mempersiapkan diri untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Karena rumah tangga rasanya manis, asam, pahit, dan asin. Hehee tapi in syaa Allah semuanya kita niatkan untuk ibadah. Saling berusaha untuk memperbaiki diri dan istiqomah di jalan yang haq.

Allah telah menakdirkan ana juga untuk gabung di grup TLN ini. Walaupun ana dapat jodoh diluar grup TLN.

Hmm Kenal dengan Pak Brian, Ummu Juan, para adminah, dan para member. Banyak juga kenal2an dengan member apalagi yang sekota dan daerah yang deket2 tapi ana gabisa sebutin satu2 karena banyak dan takut ada yang ga kesebut hehe. Ana ucapkan banyak2 terima kasih jazaakumullaahu khoyron. Ana banyak belajar dari semua kisah, khutbah pak Bri, dan chit chatnya para member apalagi yang dulu rame banget grup ini hehhe. Ana mau dengan para adminah dan member masih saling ada komunikasi, bisa save no WA ana ya juga di FB Sherlany Ummu Huuril. Semoga makin banyak alumni TLN ini dan mendapatkan jodoh di TLN juga. Dilancarkan dan dimudahkan ta'arufnya sampai akad. Jangan patah semangat, terus ikhtiar untuk hal yang baik ini. Karena menikah adalah ibadah terlama yang pastinya banjir pahala.

Maafkan cerita yang kurang menarik dan tentunya ga semua tertuang karena ana ga pinter rangkai kata2 hehhe.

Eh btw ana belum pernah rasain ruang dingin di TLN ini hihihi.

Uhibbukum fillaah wa baarokallaahu fiikum🌹

Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.

← Lihat semua kisah sukses

Mulai proses Anda sendiri

Daftar gratis, buat CV ta'aruf, dan jalani prosesnya dengan pendampingan.