Kisah Sukses

Namanya Di Lauhul Mahfuzh

Bianda Vextorawati

Grup ATLN - 9

Menikah tanggal : 22 Desember 2018

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu'alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh akhwatfillaah 🤗

In syaa Allaah melalui tulisan ini, saya akan merangkum perjalanan saya bertemu dengannya. Seseorang yang telah Allaah tuliskan namanya di lauhul mahfuzh.

Setelah melalui banyak ta'aruf, baik offline maupun online akhirnya Allaah mempertemukan kami. "Ngebet nikah" sih dari usia 23 tahun 🤭 tapi Allaah belum menghendaki...

Lewat murabbi di usia itu saya sudah mulai dita'arufkan (offline).

Tiga ikhwan (seingat saya) silih berganti berta'aruf dengan saya.

Tapi tak berujung pernikahan.

Salah seorang teman menginfokan grup TLN di tahun 2017 (seingat saya bulan Agustus). Tanpa pikir panjang saya segera join group melalui link TLN yg diinfokan teman saya tersebut.

Di hari itupun saya langsung sebar CV setelah melalui beberapa prosedur yang pasti akhwatfillaah pun mengetahuinya.

Prinsip saya dulu, lebih baik mensubmit daripada disubmit (dengan alasan bebas memilih 😁). Tapi ternyata beberapa kali ditolak. Sampai akhirnya di jum'at akhir bulan agustus ada ikhwan asli betawi yang menerima submit saya. Kami berta'aruf cukup lama. sampai di bulan Februari 2018.

Ta'aruf kami terhenti karena dia bilang Ibunya keberatan karena domisili saya di bandung. Padahal sebelumnya hal ini bukan masalah. Karena saya pun sudah menjelaskan bahwa saya bersedia ikut suami kemanapun.

Ah entahlah apa sebenarnya yang menjadi alasan dia mundur. Wallaahu 'alam.

Gara2 ikhwan ini juga saya sempat mundur dari grup umum TLN.

Kemudian masuk lagi di awal Maret (kalau tidak salah).

Di bulan Maret ini saya masuk juga di grup ta'aruf yg Ustadz nya orang Ciamis dan berdomisili di Cimahi Jawa Barat.

Di grup ini saya disubmit oleh 9 ikhwan silih berganti. Mulai dari yang single, duda bahkan yg spesial. Tapi yang berta'aruf hanya 8 orang. Satu orang saya tolak karena berbagai pertimbangan (padahal singel 🤪).

Di program Taaruf yg baru ana ikuti dan bertemu dgn suami ana sekarang, cv kami ditukarkan langsung tanpa ada proses submit mensubmit hehe. Ustadz nya langsung yg menanyakan "bersedia ga anta/anti berta'aruf dengan orang ini ?" Qadarullaah kami dita'arufkan pada tgl 22 Juli 2018.

Dua pekan kemudian kami memutuskan untuk nazhar di rumah saya.

Dua pekan berikutnya Aa memutuskan untuk silaturahim ke rumah beserta ortunya. Khitbah dilangsungkan pada tgl 09 September 2018 di rumah saya.

Setelah sebelumnya keluarga saya berkunjung ke rumah Aa untuk silaturahim dengan keluarga besarnya.

Di acara khitbah itulah, keluarga saya dan keluarga Aa menentukan tgl pernikahan kami. Sabtu, 22 Desember 2018 dipilih sebagai hari pernikahan kami dengan berbagai pertimbangan. Karena sebelum nya kami sempat memutuskan untuk menikah pada hari Kamis, 20 Desember 2018. Hampir dua bulan saya membersamainya. Seseorang yg dulu masih jadi orang asing dalam hidup.

Kini menjadi sosok yg istimewa. Syukurku padaNya tak akan pernah terhenti atas limpahan nikmat dan karuniaNya. Terimakasih untuk semua yang telah mendo'akan kami selama ini.

Jazaakumullaahu khayran katsiiran kepada Pak Brian, Ummu Juan, adminah dan akhwatfillah.

Jangan pernah lelah ya akhwatfillaah, in syaa Allaah penantian panjang dalam keta'atan akan menjadi intan berlian yang berkilauan, pengganti tangisan.

💕Bianda Vextorawati Wahyudin💕

Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.

← Lihat semua kisah sukses

Mulai proses Anda sendiri

Daftar gratis, buat CV ta'aruf, dan jalani prosesnya dengan pendampingan.