Ta'aruf 2x
dr. Pusparasmi
Grup ATLN - 4
Domisili : Jakarta.
Pasangan ke : 50
Menikah tanggal : 6 Januari 2019
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan saya puspa, anggota grup TLN A-4 Saya bertemu suami di TLN dengan proses taaruf 2x. Awalnya sebelum masuk grup ini saya bertaaruf dengan seseorang, sama sama bermanhaj salaf, ana mengenal salaf dari dia, karna orang tua ana tidak setuju karna masih belom mengenal sunnah dan apa itu manhaj salaf akhirnya gagal. Karna usia yg semakin matang dan ana tetap berkeyakinan untuk mendapat jodoh yg bermanhaj salaf, mulailah ana mencari media taaruf yg bisa memfasilitasi, banyak grup yg ana ikuti.
di TLN ini ana juga sempat bertaaruf dengan ikhwan lain, karna masalah pendidikan yg ana tentukan minimal S1, si ikhwan mundur.
Qadarullah ana bertemu suamj, ana yg submit duluan, ukhti enceng menanyakan apakah ana mau di bawa ke papua, ana jawab insyaAllah. Ana masuk grup taaruf dengan suami tahun lalu sekitar bulan mei sebelum/sesudah puasa ana lupa, dari situ memang sudah ada kecocokan tetapi di bulan juni/juli banyak cobaan menerpa, ada pandangan suami ana yg tidak ana setujui dan masalah lainnya, akhirnya ana mundur.. tidak berselang lama hampir 1 -2 bulan suami ana mengajukan taaruf pada ana, ana berfikir kembali, beritoqoroh.
Qodarullah ana terima taarufnya, karna jarak yg jauh, suami ana menemui keluarga ana nadzor sekalian langsung melamar di bulan agustus dengan beberapa kali pertemuan. Qodarullah dengan penampilan suami ana berjenggot, celana cingkrang, jidat hitam diterima baik oleh orangtua ana. ana pun kaget karna dari awal ana mengenal sunah mereka tidak setuju kriteria yg ana mau. lalu kami memutuskan menikah di bulan januari. untuk proses pernikahan pun kami berdua menginginkan pernikahan yg sesuai syariat, tetapi orang tua ana tidak menyetujuinya karna masih kental dengan budaya jawa dari orang tua ana. Beberapa kali ana menentang dan tetap menginginkan syari tapi masih belum dapat diterima orang tua. Akhirnya kami pun tetap menikah dengan cara sesuai kemauan ortu ana pada 6 januari 2019.
Jazakumullahu khairan kepada pak brian, ummu juanita, ukti olive, ukhti enceng dan adminah yg lain.
Semoga yg masih dalam penantian, diberi kesabaran dan berikan jodoh yg terbaik oleh Allah Azza wa jalla..
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.