Kisah Sukses

Uang Panaik

Evan Waskhita

Pasangan ke : 13

Menikah tanggal : 3 September 2017

Pada tanggal 17 Rajab 1438 H / 14 April 2017 saya memulai proses taaruf dengan salah satu akhwat yg saya minati dan

Alhamdulillah bersedia untuk berikhtiar di dalam grup inti ta'aruf.

Setelah saya dan akhwat tersebut berada dalam ruang ta'aruf, kami berdua pun saling memperkenalkan diri yg saya awali terlebih dahulu baru akhwat nya menjawab hingga akhirnya tibalah waktu untuk nadzor entah pada tanggal berapa saya lupa.. Hehe

Setelah waktu dan tanggal telah ditentukan yg bertepatan dgn hr ahad saya pun berangkat Ke madiun dari sidoarjo. Perlu diketahui bahwasanya saya berasal dr sidoarjo dan akhwat dari kota gadis yaitu madiun.. Hehe

Lanjut ke proses nadzor ya, tepatnya pukul 01:00 pagi saya berangkat brsama teman menuju madiun menggunakan kendaraan roda 2.

Alhamdulillah pukul 06:00 smpai di kota madiun dan beristirahat sejenak menikmati nasi pecel pinggiran smbil merebahkan diri karna lamanya perjalanan dn duduk di atas motor.

Perlu diketahui ya ini perjalanan pertama saya ke madiun, jadi belum pernah sm sekali ke madiun dan untuk mencapai lokasi dibantu sm gmaps yg sdh terintegrasi.

Setelah tiba di lokasi yg disepakati sy menunggu ±10 menit si akhwat dtg di antar temannya, pada proses ini lokasi nadzor tidak berada dirumahnya melainkan di lokasi yg kita sepakati bersama yaitu di salah satu tempat makan dalam mall dikarenakan 1 dan lain hal.

Nadzor selesai saya pun langsung pulang ke sidoarjo dikarenakan bsk sdh kembali bekerja jd butuh waktu istirahat.

Sesampainya tiba di rumah sidoarjo saya langsung memberi kabar bahwa saya Ingin lanjut ke proses khitbah, dan selang beberapa menit

Alhamdulillah akhwat menjawab kalau dia juga ingin lanjut ke tahap selanjutnya yaitu khitbah. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Nah, setelah itu esok harinya saya menyampaikan ke ibu kalau ingin segera menikah dalam waktu dekat, sontak ibu kaget dan mendiamkan saya seharian, sampai di tempat kerja saya perbanyak muhasabah apa yg salah dgn diri saya pribadi, hingga akhirnya saya coba perbaiki komunikasi dgn baik sama ibu dan berusaha ambil hatinya sampai ketika saya mau berangkat kerja ibu saya putarkan video nasihat dr ustadz syafiq riza basalamah dan

Alhamdulillah hati ibu pun sedikit terlihat tenang dan adem setelah mendengarkan dan saya pun berangkat kerja. Hal ini dikarenakan saya adalah tulang punggung keluarga 1-1 nya dirumah yg hanya tinggal sama ibu dan adek perempuan, jadi setiap gajian saya selalu memberi ibu untuk pegangan selama 1 bulan, dan hal itulah yg membuat ibu saya seolah takut ketika saya menyampaikan ingin menikah, ibu saya hanya khawatir kelak kalau sudah menikah takut saya lupa, atau tidak memberi nafkah lagi sama ibu, tapi ketika selesai mendengar nasihat dr ustadz syafiq riza basalamah saya pun menegaskan bahwa akan tetap memberi nafkah sampai kapanpun selama saya hidup.Dan tidak akan saya kurangi kalau ada lebih saya pasti tambahin..

Alhamdulillah selang beberapa waktu ibu bersedia untuk saya ajak nadzor langsung ke rumah akhwat di madiun, sesampainya di rumah si akhwat dan bertemu dengan ibunya lalu bincang2 santai juga perkenalan 1 sama lain dan hari itu jg keluarga bersepakat merencanakan untuk hari akad, maka terpilih lah pada 3 September 2017. Setelah semua selesai saya pun pulang dgn ibu naik kereta api menuju sidoarjo.

Namun ketika esok hari tiba saya mendapat kabar dr akhwat bahwa ibu nya meminta uang panaik sebesar 30juta sebagai adat yg berasal dr kota Medan. Sontak saya pun tersenyum sendiri dan membatin uang dr mana segitu, hehe..

Lalu saya bilang ke si akhwat agar memberi nasihat/menawar ibunya agar dihilangkan permintaan uang panaiknya, namun si akhwat menjawab hal tsb sudah dilakukan tapi ibunya tetap kukuh minta uang panaik sebesar 30juta tadi.

Akhirnya saya menghubungi teman saya yg asli orang Palembang dan lama tinggal di Surabaya untuk saya ajak bertemu dgn ibunya si akhway di Madiun,

Alhamdulillah teman saya bersedia. Kami pun mengatur jadwal keberangkatan hr sabtu untuk ke Madiun.

Sabtu pun tiba, berangkat dr Stasiun Gubeng Surabaya, saat saya baru duduk di bangku kursi penumpang saya langsung banyak berdoa minta sama Allah ﷻ agar uang panaik ini dihilangkan, kalau memang akhwat ini baik untuk diri saya pribadi jg baik buat agama saya maka saya minta agar Allah mudahkan jalan nya, apabila sebaliknya maka pisahkanlah.

Sepanjang perjalan saya hanya berdoa sebagaimana Nabi Musa berdoa. https://rumaysho.com/1425-doa-nabi-musa-minta-dimudahkan-urusan-dan-ucapan.html

Dan tibalah saya di Madiun lalu istirahat makan sebentar setelah itu melanjutkan perjalanan menuju rumah akhwat untuk bertemu ibunya.. Setelah menmpuh perjalanan 10 menit dr stasiun madiun menuju rumah akhwat maka tibalah saya didepan rumahnya, saya pun sedikit gugup dan berusaha agar tetap tenang..

Setelah dipersilahkan masuk dan langsung ngobrol-ngobrol santai dibantu teman saya agar suasana ngobrolnya tidak tegang tapi sedikit ada becandanya..

1 jam saya berada dirumahnya dan ngobrol dgn ibu juga pak de nya maka saya pun pamit pulang ke sidoarjo..

Alhamdulillah lega rasanya ketika saya sdh dalam perjalanan pulang.. Hehe

Perjalanan pulang saya tempuh dgn menggunakan bis antar kota karna tiket kereta sudah habis.. Hehe.. Disinilah saya langsung bertanya ke teman saya bahwa tanpa disadari ibu dari si akhwat ini hampir sama sekali tidak menyinggung/berbicara mengenai uang panaik 30juta.. Allahu Akbar, saya pun seolah masih tidak percaya sungguh doa seorang musafir sangatlah mudah Allah ijabahi.. Saya tidak tahu apakah doa dr teman saya, si akhwat atau saya pribadi tp poin nya adalah betapa doa ini sungguh ampuh sebagai senjata setiap umat muslim. Ketika seorang muslim hanya menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah ﷻ maka urusan nya akan Allah mudahkan..

Alhamdulillah setelah permasalahan uang panaik selesai akad nikah pun tiba waktunya dan saya mengikrarkan ijab kabul tepat di hari Ahad pada tanggal 12 Dzul Hijjah 1438 H / 3 September 2017.. 💞

Saudaraku yang yg masih di grup TLN ini ketahuilah bahwasanya pernikahan adalah sarana terbesar untuk memelihara manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan Allah, seperti zina, liwath (homoseksual) dan selainnya.

Sebagaimana Nabi ﷺ menganjurkan kita dalam banyak hadits agar menikah dan melahirkan anak. Beliau menganjurkan kita mengenai hal itu dan melarang kita hidup membujang, karena perbuatan ini menyelisihi Sunnahnya sebagaimana Nabi ﷺ bersabda, “Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan membangga-banggakan jumlah kalian kepada umat-umat lain pada hari Kiamat, dan janganlah kalian seperti para pendeta Nasrani.” (HR. Al-Baihaqi (VII/78))

بـــارك اللــــه فــــيكم

Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.

← Lihat semua kisah sukses

Mulai proses Anda sendiri

Daftar gratis, buat CV ta'aruf, dan jalani prosesnya dengan pendampingan.