Cari Jodoh

Ciri Aplikasi Jodoh yang Tidak Syar'i

4 menit baca

Aplikasi jodoh yang tidak syar'i dikenali dari mekanismenya, bukan dari istilah yang dipakainya: chat berdua tanpa pihak ketiga, foto terbuka untuk semua, mekanisme geser berdasarkan penampilan, tidak ada peran wali, tidak ada tenggat, dan pola bisnis yang justru menahan pengguna berlama-lama. Pemeriksaan paling cepat adalah mendaftar dan melihat apakah bisa langsung chat berdua.

Istilah “ta’aruf”, “halal”, dan “syar’i” tidak diatur penggunaannya. Aplikasi mana pun boleh memakainya, termasuk yang cara kerjanya persis aplikasi kencan.

Karena itu penilaian harus berhenti pada mekanismenya, bukan pada namanya.

Satu pemeriksaan yang paling cepat

Sebelum membaca sembilan ciri di bawah, ada satu pertanyaan yang biasanya sudah cukup:

Setelah cocok, apakah Anda bisa langsung chat berdua tanpa pihak ketiga?

Bila ya, mekanismenya adalah aplikasi kencan. Semua ciri lain hanyalah turunan dari ini.

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali disertai mahramnya.”

— HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341

Pemeriksaan ini bisa dilakukan dalam beberapa menit setelah mendaftar, sebelum mengisi data apa pun yang sensitif.

Sembilan ciri

1. Chat berdua sejak awal

Sudah dibahas di atas, dan ini yang paling menentukan. Perhatikan bahwa sebagian aplikasi menyebut ruangnya “ruang ta’aruf” tetapi isinya tetap hanya dua orang.

2. Foto terbuka untuk semua orang

Siapa pun yang mendaftar bisa melihat foto seluruh pengguna. Ini bukan hanya masalah adab, tetapi masalah keamanan — terutama bagi muslimah, yang fotonya bisa diunduh dan disebarkan siapa saja.

Yang benar: foto dibuka bertahap, hanya kepada calon yang prosesnya sudah berjalan, dan atas persetujuan pemiliknya.

3. Mekanisme geser berdasarkan foto

Geser kanan bila suka, kiri bila tidak. Mekanisme ini menempatkan penampilan sebagai penyaring pertama dan utama.

Ini bertentangan dengan urutan yang diajarkan:

“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya engkau beruntung.”

— HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466

Paras boleh dipertimbangkan. Yang keliru adalah menjadikannya penyaring pertama sebelum apa pun yang lain diketahui.

4. Tidak ada peran wali sama sekali

Seluruh alur berlangsung antara dua individu. Tidak ada satu pun titik di mana wali bisa masuk.

Padahal bagi perempuan, wali adalah syarat sahnya nikah — bukan pelengkap yang bisa diurus belakangan.

5. Tidak ada verifikasi manusia

Siapa pun bisa mendaftar dan langsung tayang. Tidak ada peninjauan biodata, tidak ada penguncian nomor, tidak ada penyaringan.

Akibatnya bisa diduga: akun palsu, identitas ganda, dan orang yang menyembunyikan status pernikahan.

6. Tidak ada tenggat

Proses bisa berjalan tanpa batas, dan tidak ada mekanisme apa pun yang mendorong keputusan. Percakapan yang berlangsung berbulan-bulan tanpa arah adalah pacaran, bukan ta’aruf.

7. Pola bisnis yang menahan pengguna

Ini ciri yang paling halus, dan paling menentukan.

Perhatikan apa yang dijual:

Menahan penggunaMenyelesaikan urusan pengguna
Bayar untuk melihat siapa yang menyukai AndaBayar untuk mempercepat verifikasi
Bayar untuk membalas pesanBayar untuk kuota pengajuan
Bayar untuk menggeser tanpa batasBayar untuk fitur yang mempercepat keputusan
Notifikasi yang mendorong sering membuka aplikasiPemberitahuan sesuai tahapan proses

Kolom kiri adalah pola bisnis yang keuntungannya bergantung pada Anda tidak segera menikah. Ini bertentangan langsung dengan tujuan ta’aruf.

8. Percakapan tidak diawasi siapa pun

Bahkan bila ada laporan, tidak ada yang benar-benar meninjau. Tidak ada rekam jejak yang bisa dipakai bila terjadi masalah.

9. Klaim yang tidak bisa diperiksa

“Ratusan ribu pasangan menikah”. “Aplikasi ta’aruf nomor 1”. Tanpa penjelasan bagaimana dihitung dan dari mana datanya.

Angka yang terlalu bulat, terlalu besar, dan tanpa keterangan sumber biasanya angka pemasaran. Platform yang jujur menyebutkan bagaimana angkanya diperoleh — dan biasanya angkanya lebih kecil.

Yang juga perlu diperhatikan

  • Kebijakan privasi tidak ada atau tidak jelas. Anda menyerahkan foto dan data pribadi kepada pihak yang tidak menjelaskan akan diapakan.
  • Tidak ada cara menghapus akun. Data Anda tertahan tanpa jalan keluar.
  • Iklan dari pihak ketiga yang tidak relevan atau tidak pantas.
  • Fitur berbayar untuk hal mendasar, misalnya sekadar bisa membalas pesan.
  • Tidak ada saluran pelaporan untuk akun bermasalah.

Bila terlanjur mendaftar

  1. Hapus foto dan data pribadi yang bisa dihapus mandiri.
  2. Hapus akun. Bila fiturnya tidak ada, hubungi pengelolanya dan minta penghapusan.
  3. Bila foto Anda sudah tersebar, simpan bukti dan laporkan.
  4. Periksa apakah ada data yang sama dipakai di layanan lain.

Ringkasnya

Yang menentukan bukan istilah yang dipakai, melainkan tiga hal:

  1. Siapa yang hadir dalam percakapan Anda?
  2. Siapa yang bisa melihat foto Anda, dan kapan?
  3. Apakah proses ini dirancang agar Anda segera selesai, atau agar Anda terus memakainya?

Ketiganya bisa diperiksa dalam waktu singkat, jauh sebelum Anda menyerahkan data yang sulit ditarik kembali.

Selanjutnya: cara memilih aplikasi ta’aruf dan cara aman ta’aruf online.

Pertanyaan terkait

Bagaimana cara cepat memeriksa apakah sebuah aplikasi benar-benar syar'i?

Periksa satu hal ini lebih dahulu: apakah setelah cocok Anda bisa langsung chat berdua tanpa pihak ketiga? Bila ya, mekanismenya adalah aplikasi kencan, apa pun istilah yang dipakainya. Pemeriksaan ini bisa dilakukan dalam beberapa menit setelah mendaftar.

Apakah aplikasi yang memakai istilah Islami pasti syar'i?

Tidak. Istilah 'ta'aruf', 'halal', dan 'syar'i' tidak diatur penggunaannya, sehingga aplikasi mana pun bisa memakainya. Yang menentukan adalah mekanismenya: siapa yang mengawasi komunikasi, siapa yang bisa melihat foto, dan apakah wali punya tempat dalam prosesnya.

Apakah aplikasi jodoh dengan fitur geser boleh dipakai?

Mekanisme geser berdasarkan foto menempatkan penampilan sebagai penyaring utama dan mendorong penilaian cepat atas dasar rupa. Ini bertentangan dengan urutan prioritas yang diajarkan Nabi ﷺ, yang mendahulukan agama, dan dalam praktiknya mendorong pemakaian yang berkepanjangan tanpa arah.

Bagaimana kalau saya terlanjur mendaftar di aplikasi yang ternyata tidak syar'i?

Hapus akun dan datanya, terutama foto. Bila fitur hapus akun tidak tersedia, hubungi pengelolanya dan minta penghapusan. Sebelum itu, hapus lebih dahulu foto dan data pribadi yang bisa dihapus secara mandiri.

Belum yakin harus mulai dari mana?

Kenali dulu kesiapan dan tipe ta'aruf Anda lewat tes singkat. Bisa dikerjakan sekarang, tanpa perlu membuat akun.