Kisah Sukses

Memiliki Keyakinan Untuk Mengajukan Taaruf : Akh Joko dan Ukh Fatimah

Memiliki Keyakinan Untuk Mengajukan Taaruf : Akh J

Bismillah,

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, washalatu wassalamu 'ala rasulillah.

Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla, Allah yang Maha Agung dengan keagungan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan untuk Baginda Nabi kita, Nabi Muhammad 'alaihissalam, amma ba'du.

Perkenalkan nama saya Joko Prianto. Saya ingin mengucapkan

jazakumullahu khairan katsiran kepada segenap tim TLN yang telah membantu kami, sebagai perantara kami berikhtiar menjemput jodoh dengan ta'aruf secara syar'i.

Awal mula saya mengenal aplikasi TLN adalah ketika saya memiliki akun Instagram. Saat itu saya melihat akun Instagram TLN yang sedang memberi reaksi di salah satu postingan Instagram milik ustadz Syafiq Riza Basalamah.

Begitu juga dengan istri saya, awal mula mengenal aplikasi TLN berawal dari postingan yang muncul di beranda akun Instagram miliknya.

Singkat cerita, saya tertarik bergabung ke TLN, pada bulan Februari 2023. Awal-awal saya hanya sekedar scroll CV yang terpublikasi.

Sedangkan istri saya, sudah memiliki aplikasi TLN sejak Desember tahun 2022. Tidak lama, karena satu dan lain hal sehingga aplikasi TLN di HP istri saya dihapus pada awal tahun 2023 atau setelah dapat mempublikasi CV.

Selama kurang lebih satu tahun tidak membuka aplikasi TLN, istri saya lebih fokus melakukan ta'aruf pada media ta'aruf yang lain yang dimilikinya sebelum memiliki aplikasi TLN. Pada bulan Februari tahun 2024 istri saya baru membuka aplikasi TLN kembali.

Sebelumnya, sempat terdapat beberapa pengajuan ta'aruf pada akun TLN istri saya, namun karena belum memenuhi kriteria yang diharapkan, sehingga lebih memilih untuk menolak pengajuan ta'aruf tersebut dan belum pernah sampai pada tahap memasuki grup ta'aruf.

Sebelum berta'aruf dengan istri saya, saya sempat mengajukan ta'aruf dengan beberapa akhwat.

Pengajuan ta'aruf pertama saya di TLN, saya tidak mendapat respon dari akhwat yang bersangkutan.

Pengajuan ta'aruf kedua, ada respon namun saya ditolak. Dan pengajuan-pengajuan selanjutnya belum berhasil.

Namun saya berusaha tidak membawa perasaan dan kunjung berputus asa. Ternyata dari CV yang saya buat juga menarik beberapa akhwat. Hanya saja, CV yang datang tidak masuk kriteria yang saya cari.

Darisana saya semakin menyadari bahwa kita memang harus membuang jauh-jauh perasaan dan jangan terlalu berharap.

Sebelum saya menikahi akhwat yang sekarang menjadi istri saya, saya sudah melewati beberapa GT (Grup Ta'aruf) di TLN, dari yang tidak merespon grup, bertahan kurang dari sepekan, dan lainnya. Dengan total ada 17 grup ta'aruf sebelum ta'aruf dengan istri saya sekarang.

Ada yang sampai pada proses nadzor, qodarullah tidak berlanjut karena sudah sepakat tidak melanjutkan ta'aruf.

Disini saya ingin berpesan kepada teman-teman agar tidak terburu-buru untuk nadzor jika belum memiliki kecenderungan yang sama untuk saling menerima.

Sebenarnya, saya sudah lumayan lama menyimpan CV akhwat yang sekarang sudah menjadi istri saya. Namun saya tidak kunjung mengirimkan pengajuan ta'aruf, karena di dalam CV tersebut terdapat salah satu kriteria yang belum saya miliki.

Saya mengajukan ta'aruf pada pertengahan bulan Maret 2023, mendekati bulan Ramadan 1445 H. Atas berkat petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, akhirnya saya memiliki keyakinan untuk mengajukan ta'aruf.

Alhamdulillah, pengajuan ta'aruf saya diterima dan kami sepakat berta'aruf. Pada saat itu, istri saya posisinya sedang bekerja di luar daerah, karena faktor jam kerja sehingga istri saya responnya cukup lambat terhadap pertanyaan atau informasi yang saya sampaikan.

Pada libur Idul Fitri, istri saya pulang ke rumahnya sehingga ada kesempatan bagi kami untuk nadzor, namun istri saya menyampaikan merasa belum siap untuk dinadzor.

Selama kurang lebih dua bulan, kami saling bertanya jawab di grup ta'aruf. Lalu kami sepakat untuk melakukan nadzor di bulan Juni, dan berlanjut khitbah di bulan Juli.

Awalnya direncanakan tanggal pernikahan pada bulan Juli, namun karena satu dan lain hal dari pihak keluarga sehingga pernikahan kami direncanakan pada bulan Oktober 2024.

Dalam kurun waktu menunggu hari pernikahan tersebut atau masa ta'aruf yang kami lalui,

alhamdulillah kami selalu berkomunikasi di grup ta'aruf setiap harinya tanpa perantara lain selain TLN sesuai peraturan grup ta'aruf.

Walaupun sebenarnya kami bisa mencari kesempatan untuk berkomunikasi dengan cara yang lain,

alhamdulillah atas pertolongan Allah, kami hanya berkomunikasi di grup ta'aruf TLN.

Sejak awal grup ta'aruf kami dibuka sampai tiba di hari akad kami memilih untuk mematuhi peraturan grup ta'aruf.

Pertemuan kami sebanyak tiga kali sebelum pernikahan.

Pertemuan pertama yaitu nadzor, yang kedua yaitu khitbah, dan ketiga adalah kunjungan pihak keluarga akhwat.

Alhamdulillah, di pertengahan bulan Oktober tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2024 / 15 Rabiul Akhir 1446 H kami telah melangsungkan akad nikah.

Kami tahu bahwa hubungan ini bukanlah sebuah puncak. Namun itu adalah awal dari sebuah perjalanan bahtera yang akan kami jalani bersama.

Kami yakin suatu hari kami pasti akan melalui berbagai rintangan yang mungkin tidak mudah.

Tapi kami percaya bahwasanya Allah akan memberi jalan keluar bagi setiap hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.

Maka dari itu, kami harus berusaha saling bahu membahu untuk memperbaiki kualitas ketaqwaan kami kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kami juga berdo'a semoga kami termasuk golongan yang kelak akan mendapatkan naungan di hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah Tabaraka Wa Ta'ala, yaitu sebagai dua orang yang saling mencintai karena Allah dan bisa menjadi pasangan yang bisa sehidup dan sesurga. Aamiin.

Bagi teman-teman yang saat ini sedang berjuang di TLN, tetap semangat dan jangan berputus asa.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama kami disini terdapat kesalahan kepada admin, relawan, dan teman-teman, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Kami juga mengucapkan terima kasih,

jazakumullahu khairan katsiran TLN, telah menjadi perantara bagi kami.

Semoga TLN bisa semakin berkembang dan semakin banyak orang yang terbantu untuk menikah dengan berta'aruf secara syar'i.

Wassalamu' alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat kami,

Joko Prianto & Fatimah.

Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.

← Lihat semua kisah sukses

Mulai proses Anda sendiri

Daftar gratis, buat CV ta'aruf, dan jalani prosesnya dengan pendampingan.