Berdoa Dilembutkan Hati Orang Tua: Akh Chairul dan Ukh Tri
Awal kami ta'aruf di tahun 2023 bulan maret, beliau (suami) yang pertama kali mengajukan ta'aruf ke saya.
Karna saya melihat domisili yang berdekatan dan tempat belajar agama saya tahu tempatanya jadi -biidznillaah- saya terima pengajuan ta'aruf dari beliau.
Saat itu saya tidak berharap apa-apa sama sekali, karna sudah beberapa kali gagal di TLN ini dan juga saya sedang fokus-fokusnya mengerjakan skripsi saat itu.
Setelah menerima pengajuan ta'aruf beliau, kami menunggu beberapa hari untuk dibuatkan grup ta'aruf.
Setelah grup ta'aruf kami jadi yang isinya (2 admin akhwat, 2 admin ikhwan dan kami berdua sebagai peserta ta'aruf), kami mulailah tanya jawab.
Admin sangat ketat soal komunikasi kami agar tidak terjadi percakapan diluar tujuan kami ta'aruf. Proses tanya jawab kami hanya 3 hari dan beliau setuju untuk lanjut ke tahap nadzhor dan sayapun menyetujuinya.
Menurut saya, disinilah ujiannya dimulai. Setelah saya menyetujui lanjut nadzhor, nadzhor tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karna saya sedang persiapan ujian skripsi dan saya tidak berada di rumah orang tua.
Karena saya merantau untuk kuliah dan jarak rumah beliau ke rumah saya lumayan jauh, sekitar 3 jam perjalanan dan itu pertama kalinya beliau melakukan perjanan ke daerah tinggal saya jadi memang membutuhkan waktu.
Setelah itu saya meminta waktu ke beliau untuk fokus ujian dulu dan beliau mau. Akhirnya kami nadzhor pada bulan mei 2023, 5 hari setelah idul fitri.
Ujian selanjutnya yang menurut saya sangat berat saya jalani setelah nadzhor. Karna ternyata ayah saya masih belum terlalu yakin untuk mengizinkan saya menikah, terlebih saat itu saya baru selesai ujian belum wisuda.
Setelah nadzhor kami setuju untuk lanjut ke tahap selanjutnya (khitbah). Namun karna orang tua saya yg belum setuju jadilah yang kami inginkan tidak bisa terlaksana secepatnya.
Dari forum TLN sendiri membuat aturan, apabila setelah nadzhor sudah setuju untuk lanjut, komunikasi di grup harus sudah tentang khitbah.
Kami yg belum ada jalan untuk kesana akhirnya komunikasinya beberapa kali tidak berjalan lancar dan admin sering menegur kami berdua di grup karna sering tidak berkomunikasi lebih dari sepekan, sampai grup kami diancam untuk dibubarkan.
Akhirnya kami sampaikan kendala kami ke admin dan meminta grup jangan dibubarkan begitu saja.
Sampai saya berpikir untuk mengakhiri proses ta'aruf ini. Namun setiap kali saya berdoa meminta ketetapan hati, saya akhirnya selalu mengurungkan niat saya untuk mengakhiri prosesnya.
Akhirnya pada bulan november saya wisuda juga. Satu pekan setelah wisuda saya kembali bertanya ke beliau di grup tentang proses ta'aruf ini, dan beliau masih ingin lanjut.
Tujuan saya kembali aktif di grup sebenarnya sudah ingin mengakhiri ta'arufnya, tapi Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia kembali membuat saya melanjutkan proses ta'arufnya.
Selama proses ta'aruf ini tidak ada henti-hentinya saya berdoa agar hati orang tua saya dilembutkan agar mengizinkan saya menikah.
Pada bulan desember 2023, akhirnya beliau datang ke rumah saya kembali beserta kedua orang tuanya.
Niat awal kami mempertemukan kedua orang tua kami sebenarnya, hanya untuk perkenalan saja. Karna orang tua saya belum terlalu setuju dan ingin bertemu dengan orang tua suami saya terlebih dahulu.
Tapi, beberapa jam sebelum berangkat suami kembali menginfokan kalau tujuan beliau sudah untuk melamar, saya hanya pasrah saja dan terus berdoa semoga hati orang tua saya dilembutkan.
MasyaAllaah setelah pertemuan itu, hal yang tak disangka dan yang sangat saya semogakan Allaah kabulkan.
Dengan izin Allaah, orang tua saya menerima lamaran beliau dan dihari itu juga kami menentukan hal-hal terkait pernikahan.
Alhamdulillaah, kami menikah pada 17 April 2024/8 syawwal 1445 H. Prosesnya satu tahun sejak awal kami mulai ta'aruf, kami sangat bersyukur pada Allaah telah menyatukan kami dalam ikatan yang halal dan insyaAllaah.
Semoga ini jalan yg Allaah ridhoi kami menuju pernikahan karna sangat-sangat membatasi komunikasi.
Kami juga mengucapkan jazakumullaahu khayran pada admin TLN yang telah menjadi wasilah kami untuk menikah.
Mereka-mereka insyaAllaah orang yang paham syariat bagaimana harusnya ta'aruf yg syar'i.
Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.