Ta'aruf Yang Hampir Kandas: Ukh Tina dan Akh Danang
Bismillah,
Ana Tina dan Suami Danang. Kami taaruf dengan wasilah TLN.
Alhamdulillah berjalan dengan lancar dari awal kami kenal (Taaruf) sampai akad nikah.
Ana tau TLN dari IG nya Ustadz Abdullah Roy pertengahan bulan April 2023, ana lansung liat info IGnya TLN. Akhirnya ana tertarik dan mantap untuk download.
Ana download aplikasi TLN di playstore 16 April 2023. Mulai di Acc admin dan CV di publikasi 7 Mei 2023. Setelah CV ana di publikasi, ada ikhwan dari Majalengka yang mengajukan taaruf dengan ana, tapi ana tolak karena ikhwan tersebut masih awam dengan Manhaj Salaf, sedangkan ana mencari ikhwan yang semanhaj.
Selang beberapa hari, sambil lihat-lihat CV ikhwan, ana tertarik dengan CV ikhwan dari Jepara. Semanhaj dengan ana dan usianya lebih muda dari ana dan sudah ikut kajian sunnah juga. Akhirnya ana mantap mengajukan CV ke ikhwan tersebut. Qadarullah di tolak lansung oleh ikhwan tersebut, tanpa menunggu lama-lama. Setelah di tolak ana tidak kecewa dan patah semangat untuk terus ikhtiar.
Tanggal 12 Mei 2023, tiba-tiba ada CV ikhwan dari Klaten yang mengajukan CV ke ana (Yang sekarang jadi suami ana). Ana lihat biodata CV nya.
Alhamdulillah beliau semanhaj dengan ana. Beliau juga sudah ikut kajian sunnah juga. Setelah menyelesaikan administrasi dengan admin, ana bisa chat dan di buatkan grup dengan beliau. Akhirnya sambil mengucap
Bismillah, ana terima CV nya.
Tanggal 14 Mei 2023 ana pertama kali chat dengan suami di grup. Suami yang menyapa duluan. Dalam grup tersebut ana dan suami saling bertanya satu sama lain pertanyaan-pertanyaan seputar taaruf (Ana tanya di mana ngajinya, dengan siapa ngajinya, aktifitas sehari-harinya ngapain, kalau ada waktu luang buat apa dll).
Dari komunikasi di chat dengan beliau, ana menemukan kecocokan dan banyak kesamaan dengan beliau. Ana lihat beliau jujur dalam menjawab setiap pertanyaan ana. Kami komunikasi waktu itu hanya seperlunya saja (Tanya jawab). Karena dalam grup ada admin yang mengawasi kami. Supaya tidak adanya hal-hal yang melanggar syariat dalam proses taaruf berlansung.
Sampai pada kejadian ana mau mengakhiri taaruf dengan beliau tanggal 16 Mei 2023. Gara-garanya beliau lama balas chat ana, ana chat habis dzuhur beliau balasnya malam. Waktu itu ana suudzon dengan beliau. Akhirnya sebelum beliau jawab chat ana. Ana minta ke beliau untuk mengakhiri taaruf. Karena hal yang sepele, ana memutuskan mau mengakhiri. Waktu itu ana hanya mengedepankan nafsu (Karena suudzon) ternyata dari bisikan setan. Setelah ana mengutarakan mengakhiri taaruf, ana malah galau setelah itu. Berat rasanya di hati untuk melepaskan beliau.
Akhirnya ana sholat istikharah lagi dan meminta saran ke temen dekat ana (Teman akhwat kajian sunnah). Ana main ke rumahnya untuk konsultasi. Teman ana menyarankan ana untuk sholat istikharah terus jangan putus. Libatkan Allah selalu dalam setiap yang di lakukan. Supaya tidak ragu-ragu lagi. Karena setan senang menggoda kita yang punya niat baik untuk menikah dengan cara yang syari.
Akhirnya admin ngasih waktu 2x24 jam, kalau mau mempertimbangkan kembali.
Alhamdulillah ana bersyukur admin memberi kami waktu dan ana manfaatkan dengan baik. Akhirnya setelah dapat jawaban dari sholat istikharah dan saran dari teman ana.
Bismillah ana putuskan untuk lanjut. Kami lanjut chat tanggal 17 Mei 2023 sore.
Ana mantap dan yakin dengan keputusan ana memilih beliau setelah kejadian mengakhiri taaruf. Allah beri kami kemudahan dan kelancaran setiap prosesnya. Kami jadi semakin mengenal dan terbuka dalam komunikasi.
Sampai akhirnya, kami memutuskan untuk nadzor tanggal 21 Mei 2023. Ana mengutarakan kalau mau nadzor dengan ikhwan asal klaten dari TLN ke mami dan adik laki-laki ana. Selama berlansungnya taaruf, mami dan adik ana mengetahui. Ana cerita setiap prosesnya ke mereka. Awalnya ana diam-diam tidak izin mami karena takut kalau mami tidak menyetujui ana ikhtiar taaruf lewat TLN. Akhirnya ana cerita ke Ustadzah ana dan meminta beliau untuk bicara ke mami.
Alhamdulillah respon mami menerima dan setuju kalau ana ikhtiar taaruf lewat TLN.
Tanggal 21 Mei kami nadzor. Ana di dampingi mami dan adil laki-laki ana, serta Ustadzah dan keluarganya. Suami datang sendiri. Untuk pertama kalinya ana lihat suami ana. Dari pertama bertemu ana sudah tertarik dengan suami. Suami pun sama. Ana ketika tanya jawab dengan beliau malu-malu dan salah tingkah sendiri. Maklum pertama kali nadzor sesuai prosedur syariat. Akhirnya suami mengutarakan niatnya datang untuk nadzor ke mami dan adik.
Selama berlansungnya nadzor. Kami membicarakan banyak hal terutama untuk kehidupan rumah tangga nantinya seperti apa dll. Sampai akhirnya ana setelah nadzor, meminta waktu untuk memberikan keputusan untuk lanjut khitbah atau tidak. Tanggal 22 Mei 2023,
Bismillah ana putuskan untuk lanjut khitbah dengan suami. Ana niatkan ibadah karena Allah.
Alhamdulillah suami senang, haru dan bersyukur. Ana menerima suami dengan kekurangan dan kelebihan suami yang sudah beliau utarakan waktu nadzor. Ikhtiarnya membuahkan hasil. Allah ijabah doa-doanya selama ini.
Akhirnya kami memutuskan untuk melansungkan khitbah tanggal 25 Juni 2023 dan akad nikah tanggal 10 Juli 2023.
Kami hanya melangsungkan akad nikah sederhana di KUA dengan di hadiri saudara, perangkat desa, sahabat dan kerabat. Kami tidak mengundang banyak orang. Keluarga ana dan suami sepakat mengadakan akad nikah sederhana saja di KUA. Setelah dari KUA, kami tasyakuran makan-makan di resto. Tidak ada resepsi hanya tasyakuran makan-makan.
Mungkin cukup ini saja testimoni dari ana. Afwan kalau kepanjangan nulis ceritanya ya.
Ana dan suami mengucapkan
Syukron,
Jazakumullahu Khairan untuk Tim TLN. Akh Brian, Ukh Ayu, Ukh Novi dll yang sudah memberikan kami bantuan lewat wasilah TLN untuk taaruf sesuai prosedur syariat sampai akad nikah.
Semoga Allah memberikan balasan atas kebaikan dan kebermanfaatan kalian untuk umat.
Untuk teman-teman yang ikhtiar menjemput jodoh sesuai prosedur syariat. Jangan ragu lagi pilih TLN.
Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.