Berserah Diri kepada Allah, eh Ketemu Jodoh: Akh Husen dan Ukh Sarah
Perkenalkan nama saya Muhammad husein. Saya berasal dari bogor.
Saya kenal TLN lewat sebhah postingan di facebook.
Saya tau TLN ketika saya baru saja bercerai dengan istri saya di tahun 2022 akhir.
Disaat saya sedang galau, sedang dikeadaan yg tidak baik-baik saja.
Karna saya melihat postingan tsb, maka saya carilah app TLN di play store, dan ternyata ada.
Awalnya saya sempat skeptis kalo apps ini hanya scam/ apalah sebutannya.
Sampai akhirnya saya lihat di fitur TLN ada media sosialnya.
Ternyata banyak sekali testimoni dari yg berhasil mendapatkan jodoh di TLN ini, tanpa pikir panjang saya mendaftar di TLN.
Setelah beberapa step untuk pendaftaran, saya kebingungan.
Saya bingung di bagian untuk mengisi status saya. Karna kalau mau mengisi status duda, harus ada dokumen perceraian.
Sedangkan saat itu dokumen itu belum keluar.
Saya bingung. Klo diisi belum menikah, jatoh nya saya bohong doong.
Akhirnya saya konsultasi ke admin TLN . Setelah konsultasi, akhirnya saya terdaftar di TLN.
Nah mulai lah saya saat itu explore cv Akhwat.
Banyak Akhwat yang saya mengajukan untuk ta'aruf dengan nya itu menolak.
Sampai akhirnya ada Akhwat yang menerima. Saya lupa nomor ID nya tapi saya tahu namanya.
Diawal ta'aruf biasa saja. Sampai akhirnya dia mengajukan pertanyaan ttg tahlilan.
Saya merupakan orang yang mengambil pendapat tahlilan itu tidak boleh.
Karena bagi saya seharusnya yang sedang berduka itu yang dibantu bukan malah yang mengeluarkan biaya untuk hal tsb.
Kami berdebat panjang sehingga akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi ta'aruf kami.
Setelah berakhirnya ta'aruf kami, saya pun kembali mengajukan mengajukan ta'aruf ke Akhwat yang tersedia.
Ada yang menolak bahkan ada yang tidak menggubris.
Tidak berselang lama (sekitar seminggu) saya kembali mendapatkan kesempatan untuk ta'aruf kembali.
Di ta'aruf yang kedua ini lebih unik lagi. Dia yang menerima ajakan ta'aruf saya, tapi dia juga yang slow respon.
Sampai akhirnya saya pun kesal dan meminta admin grup untuk menyudahi. Grup pun di bubarkan.
Setelah kejadian ini, saya berhenti sejenak untuk aktif mencari pasangan ta'aruf di TLN, yang saya bisa lakukan hanyalah berserah diri pada allah dan memperbaiki diri.
Tidak lama dari situ,
alhamdulillah ada seorang Akhwat (yang sekarang sudah jadi istri saya) yang mengajak saya berta'aruf.
Saya kaget, karna saya rasa, saya sudah tidak ada kemauan lagi untuk berta'aruf. Cuma buang-buang waktu.
Tapi berhubung ada yang mengajak ta'aruf, yaa saya terima.
Setelah saya terima ajakannya, maka admin pun mempersiapkan ruang grup untuk kami.
Kami saling diskusi banyak hal di ruang grup tsb. Nah disini kembali terjadi sebuah keunikan.
Akhwat ini (istri saya) tidak mau bertele-tele/tidak mau kelamaan untuk segera dipastikan apakah mau menemui walinya atau tidak.
Maka dia memberi waktu untuk saya selama tiga hari kapan mau datang kerumah.
Yaa saya ditantang seperti itu jelas saya tegaskan kalau saya akan datang di hari libur sekolah (waktu itu desember).
Sampailah pada bulan desember. Saya pun mengajak beberapa teman dan kepala sekolah saya ke rumah Akhwat ini (istri saya sekarang) sebagai wali saya (karna ibu saya sudah tua dan tidak bisa melakukan perjalanan jauh).
Oia lokasi Akhwat ini di daerah lebak, Banten. Cukup lumayan jauh dari perkotaan. Lokasinya ada di perkampungan dalam. Tapi bukan suku baduy juga. Intinya dari kota Rangkasbitung Bitung masih sekitar 1 jam lagi untuk sampai di lokasi si Akhwat ini.
Nah, saya membawa teman dan juga kepala sekolah saya sebagai wali saya dan juga untuk memberikan kepastian pada si Akhwat kalau saya benar bekerja di tempat tsb.
Kami disambut dengan hangat dan dijamu dengan baik.
Kami pun mengajukan niat baik kami datang ke tempat tsb dan
alhamdulillah kami diterima dengan baik.
Setelah itu kami mendiskusikan tentang kapan baik nya saya dan Akhwat tsb melangsungkan pernikahan.
Awalnya saya mengajukan untuk melangsungkan pernikahan di bulan syawal/ bulan mei/ juni kalo nggak salah (karna kalo di waktu tsb biasanya THR saya Lumayan untuk ongkos nikah).
Tapi baik dari wali saya dan si Akhwat menolak karna terlalu lama dan beresiko gagal nikah.
Maka setelah diskusi panjang akhirnya ditetapkan tanggal pernikahan kami di tanggal 11 februari.
Namun Qadarullah sebulan sebelum akad kami, calon ibu mertua saya telah dipanggil oleh Allah lebih dulu.
Sehingga kami terpaksa melangsungkan akad nikah tanpa hadirnya ibu dari Akhwat ini.
Alhamdulillah kami sudah melangsungkan akad dan
alhamdulillah saat ini kami sudah diberikan kabar gembira dengan hamilnya istri saya.
Mohon doanya admin agar selalu diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalani biduk rumah tangga kami dan dijadikan nya kami sebagai orang tua yang baik untuk anak kami.
Itu saja yang bisa saya sampaikan. Kurang lebih nya saya mohon maaf.
W
assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.