Bimbang Hilang, Setelah Diyakini Calon Suami: Akh Rahmad dan Ukh Afifah
Bismillahirahmaanirrohiim
Sebelum kami memulai cerita perjalanan hingga kami dari awal di aplikasi TLN ini, perkenankan kami untuk mengucapkan rasa terimakasih kepada TLN yang sudah memediasi kami sehingga dapat mencapai titik ini sebagai suami istri.
Semoga apa yang diusahakan tim TLN mendapatkan balasan dari Allah Subhanahu wa ta'ala, dan kami ucapkan
jazakumullahu khoyr.
Serta kami memohon doa agar kami diberkahi keluarga yang Sakinah mawaddah dan rohmah, dan dipertemukan Kembali disurga-Nya kelak. Aamiin.
Untuk kisah kami sebenarnya dimulai dari Suami yang sudah terlebih dahulu menginstall aplikasi TLN yang diketahuinya dari saat ada pengenalan di salah satu masjid di jogja yaitu di MABA.
Terhitung sejak bulan februari 2024 suami sudah menjadi pengguna aplikasi TLN walaupun baru dalam tahap mengisi dan mempublish CV serta mencari-cari CV akhwat yang sekiranya masuk kriteria suami, sedangkan ana baru menginstall aplikasi TLN dan menjadi pengguna dikisaran bulan Mei 2024.
Dan karena ana bukan tipikal yang suka mengulik aplikasi (berbeda dengan suami). Ana langsung mengfilter CV yang ana ingin hanya berdasarkan lokasi yang di kabupaten Bantul dan berada di dekat MABA, akhirnya ana menemukanlah CV suami.
Awalnya ana terlebih dahulu yang mengajukan taaruf ke suami, dan tanpa banyak pertimbangan suami langsung menerima pengajuan taaruf ana.
Selanjutnya masa perkenalan dan mengulik informasi kami lakukan hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama karena suami ternyata tipikal yang tidak terlalu banyak tanya dan hanya berprinsip bahwa apa yang dituliskan di CV jika sudah diterima ya sudah, alhasil ana yang selalu banyak tanya perihal ini dan itu.
Masa itu terjadi di awal bulan Juni setelah GT dibentuk dan di bulan yang sama suami mengajukan untuk melakukan nadzhor yaitu dipertengahan bulan, namun mulai dari sini memang suami menjadi cukup berusaha karena qodarullah ana sudah ditinggalkan oleh orang tua sejak kecil dan tinggal di kost sendiri.
Jadi saat akan melakukan nadzhor awalnya ana bingung dan suami yang menanyakan solusi ke admin TLN, mulai dari ingin nadzhor dengan ditemani oleh teman kostan ana tidak bisa, akhirnya nadzhor dilakukan dirumah kakak ana yang masih satu kabupaten dengan ana.
Pada awalnya ana cukup bimbang dengan kelanjutan proses taaruf yang ana jalani dengan suami di TLN karena ana sudah beberapa kali berproses taaruf dibiro taaruf lain yang menemukan kegagalan terus, namun suami yang langsung dengan yakin mengatakan "Insya allah ana lanjut prosesnya".
Dan selanjutnya
alhamdulillah berjalan dengan lancer dan diberi kemudahan oleh Allah disetiap perjalanan yang kami lalui selama proses ini.
Mulai dari pertemuan dengan kakak laki-laki ana yang menjadi wali ana. Dan akhirnya dibulan Juli menjelang akhir bulan suami mengisyaratkan untuk melanjutkan ke proses khitbah, dan inipun juga cukup membuat kaget suami karena ternyata alamat yang ditujukan sebagai lokasi khitbah yang ternyata diluar ekspetasinya (lokasinya cukup jauh jika dilalui dengan berkendara roda dua).
Namun
alhamdulillah lagi Allah beri kemudahan selama proses khitbah ini, yaitu dengan cepat disepakatinya waktu akad nikah yaitu di akhir bulan Agustus.
Alhamdulillah, seiring Waktu berlalu Allah selalu mudahkan perjalanan kami dalam usaha melengkapi separuh agama kami.
Dan saat kami menulis kisah ini memang baru beberapa pekan dari waktu pernikahan kami, namun
alhamdulillah kami diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalani perjalanan dan kisah hidup kami yang baru yaitu berlayar bersama dibahtera rumah tangga ini.
Kami yakin dalam perjalanan kami ini akan banyak ditemukan ujian-ujian, namun semoga Allah selalu mudahkan kami agar dapat melaluinya dan akhirnya mempertemukan kami Kembali di Jannah-Nya. Aamiin.
Pun semoga Allah selalu memudahkan segala urusan kita dan semua kaum muslimin.
Serta untuk yang belum menemukan pasangan hidupnya untuk selalu meminta kepada Allah dan terus berusaha menjadi versi terbaik diri tapi terutama dalam hal agama.
Semoga Allah mudahkan dalam usaha memperbaiki diri dan istiqomah di jalan yang lurus serta diridhoi oleh Allah.
Aamiin.
Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.