Kisah Sukses

Selektif Memilih Pasangan Hidup: Akh Ari dan Ukh Ifa

Selektif Memilih Pasangan Hidup: Akh Ari dan Ukh I

Bismillah. Saya ingin menceritakan sedikit kisah tentang ta'aruf saya dengan suami saya melalui aplikasi TLN ini

Saya dan suami saya sebelumnya sudah melalui proses pencarian calon yang panjang, dengan banyak media yang berbeda. Sejujurnya, saya ketika di TLN sudah agak putus asa karena yang mengajukan tidak sesuai dengan kriteria, ataupun sebaliknya, saya tidak sesuai dengan kriteria orang-orang. Jadi ketika suami menerima pengajuan ta'aruf saya, rasanya sangat tidak disangka-sangka. Maasyaa Allaah sekali pertolongan Allaah itu.

Selanjutnya kami berdua diarahkan ke group chat ta'aruf TLN, dan kami berdua berusaha memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Alasan saya, saya tidak ingin salah memilih pasangan hidup, dan biidznillah, ingin agar ketika menikah, pernikahannya bisa sampai surga dengan satu orang saja.

Alhamdulillah, Allaah memudahkan dan mempertemukan kami, dua orang dari Jambi dan Surabaya yang sama sekali tidak pernah berinteraksi sebelumnya. Mungkin malah tidak pernah tahu atau mengenal karena jarak yang sangat jauh dan lingkungan yang berbeda.

Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shaalihat yang telah mempertemukan saya dan suami, dan mempercayai kami untuk mengarungi bahtera rumah tangga ini. Jodoh dan rezeki memang sudah diatur, tapi saya percaya bahwa kita harus berikhtiar untuk menjemputnya, dan terus berdo'a kepada Allaah agar dimudahkan dalam setiap langkah. Dan mungkin sedikit pesan dari saya untuk saudara-saudara yang sedang mencari jodoh, hendaknya selektif dalam memilih pasangan hidup karena kita akan menghabiskan sisa hidup kita bersama dengannya. Tidak apa mengorek informasi sampai akarnya sampai merasa yakin, tentunya dengan cara yang ahsan dan tetap dalam koridor syariah maupun aturan yang telah ditetapkan oleh media perantara ta'aruf kita.

Akhir kata, saya dan suami sangat berterimakasih kepada TLN dan para admin yang banyak memberi masukan dan saran, serta mengarahkan kami dalam diskusi. Maaf atas segala kesalahan kata yang kurang berkenan, dan semoga TLN bisa lebih banyak membantu saudara-saudara yang sedang berikhtiar menjemput jodoh.

Kisah ini ditulis dan dikirim sendiri oleh member, dan ditayangkan atas persetujuan mereka. Setiap proses ta'aruf berbeda — cerita di sini bukan jaminan hasil yang sama.

← Lihat semua kisah sukses

Mulai proses Anda sendiri

Daftar gratis, buat CV ta'aruf, dan jalani prosesnya dengan pendampingan.